Kota Bandung
|
Memuat waktu...
Subuh04:36
Terbit05:49
Dzuhur11:58
Ashar15:08
Maghrib18:03
Isya19:12

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya.” — HR. Bukhari No. 5027

Pemikiran & Tokoh
28 Februari 2025•6 menit baca

Menghidupkan Kembali Semangat Mohammad Natsir: Da'wah Bil Hal dan Politik Nilai

KH. Dr. Ahmad Syafiq, M.M
KH. Dr. Ahmad Syafiq, M.M
Ketua Dewan Pembina DDII Kota Bandung
Menghidupkan Kembali Semangat Mohammad Natsir: Da'wah Bil Hal dan Politik Nilai

Dr. Mohammad Natsir meletakkan pondasi bahwa da'wah bukan sekadar retorika mimbar, melainkan ikhtiar menyeluruh membangun pendidikan, kesehatan, dan peradaban ummat.

## Fondasi Gerakan Dewan Dakwah Ketika Dr. Mohammad Natsir bersama para alim ulama mendirikan Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia pada 26 Februari 1967 di Masjid Munawwarah Kampung Bali Jakarta, beliau menyadari betul pergeseran medan juang dari panggung politik praktis menuju panggung dakwah kultural dan edukatif. > "Dulu kita berdakwah lewat politik, sekarang kita berpolitik lewat dakwah." — Dr. Mohammad Natsir Ungkapan legendaris ini bukan tanda kekalahan, melainkan kesadaran strategis bahwa bangunan politik yang kokoh hanya bisa berdiri di atas fondasi akidah, akhlak, dan kecerdasan ummat yang tertempa baik. ### Tiga Pilar Gerakan Dewan Dakwah Dalam konteks Kota Bandung dan Jawa Barat saat ini, Dewan Dakwah membumikan wasiat perjuangan Natsir melalui 3 pilar: 1. **Mengawal Akidah**: Menjaga ummat dari gelombang pemurtadan, sekularisme ekstrem, dan aliran sesat melalui edukasi berkesinambungan. 2. **Menegakkan Syari'ah**: Membiasakan gaya hidup halal, kejujuran bermuamalah, dan ketaatan ibadah dalam kehidupan publik. 3. **Merekatkan Ukhuwah**: Menjadi jembatan pemersatu seluruh ormas Islam di Kota Bandung tanpa terjebak sekat-sekat mazhab fikih furu'iyyah. ### Tantangan Da'i di Era AI dan Digital Tantangan dakwah hari ini tidak hanya sebatas medan geografis pelosok yang terjal, melainkan rimba digital yang dipenuhi informasi palsu dan disonansi nilai. Karena itu, Dewan Dakwah Kota Bandung membekali calon da'i dengan pemahaman media digital, literasi kritis, dan kemampuan komunikasi santun namun kokoh berprinsip. Semoga langkah kecil ini terus diridhai Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam menjaga amanah risalah kenabian.
Tagar:#Mohammad Natsir#Sejarah Dakwah#DDII Bandung#Peradaban Islam

Artikel & Kajian Terkait Lainnya